Tiap akhir semester 1, anak ilkom selalu dapet tugas akhir untuk mata kuliah PSK PSD dan pastinya gua yang dulunya pernah jadi mahasiswa semester 1 juga mengalaminya. Tugas akhirnya adalah bikin rangkaian, yang saat didemokan di depan dosen harus bagus. Yah seenggak-enggaknya harus ada maknanya.
Nggak lama setelah tugas ini diumumkan, kelompok gua langsung terbentuk dengan anggota yaitu gua, alvis, budi, dan pipit.
Nah, ide kelompok gua dulu adalah bikin sebuah game berantem-beranteman yang melibatkan dua petarung, satu di sudut kiri dengan berat 103 kg, pemenang kejuaraan tinju internasional berbadan kekar, otot six pack, bulu dada lebat, celana ketat dan kepala botak, dan di sudut kanan ada tinky winky dengan machine gun. Singkatnya, kami membuat dua buah rangkaian terpisah buat mengilustrasikan gerakan kedua petarung itu, dan ada penunjuk nyawa (hit points) bernilai 20 poin untuk masing2 petarung.
Cara bertandingnya gampang, tekan tombol "start game", dan game akan dimulai. Petarung akan menyerang secara bergantian dengan cara menekan spacebar di keyboard. Setelah ditekan, akan muncul angka yang random antara 0 sampai 3, menandakan damage yang akan diberi kepada lawan. Setiap damage itu ada ilustrasinya. Yang paling sakit, 3 damage, itu menyabet pake pedang. Yang 2 damage berarti menendang lawan. Yang 1 damage berarti memukul lawan. Yang 0 damage berarti ngupil, ngga nyerang, dan jangan tanya bagaimana ilustrasi orang ngupil kita buat di rangkaian logika.
Aturan mainnya seperti biasa, yang menyentuh nilai 0 dia yang kalah. Kalau game over, untuk yang menang akan ada tulisan "win" dan yg kalah ada tulisan "lose" di atasnya. Kalo imbang ya suit sana :P
Gua kebagian presentasi paling banyak di saat demo. Pak Dosen meminta gamenya dimainkan, dan kami pun mulai mendemokan hasil kerja kami sebulan ini. Tidak lama setelah didemokan, gamenya selesai dengan pemenangnya adalah tinky winky dengan machine gun. Ngga terima petinjunya kalah, Pak Dosen memberi pertanyaan:
"Gamenya bisa di-reset ngga? Saya mau main lagi dari awal,"
Pertanyaannya simple, karena game kami adiktif bahkan dosen pun suka banget jadi kami seharusnya memberikan tombol bertuliskan pastilomaungulanglagikancepetdehtekentombolini akan tetapi kami lupa membuatnya. Akhirnya gua menjawab sesuai dengan berspekulasi sesuai intuisi gua.
"Bisa pak, coba tekan tombol start game nya,"
[tombol ditekan, ngga terjadi apa-apa. Nilai 40 udah siap dikasih]
"err maksud saya ditekan dua kali"
[ditekan lagi, dan untungnya benar-benar merestart game kami]
"tuh kan pak, benar saya gamenya bisa di-restart kalo neken start game dua kali," komentar gua.
"Tapi kok di atas mereka masih ada tulisan win sama lose sih?" tanya Pak Dosen, masih ga terima petinjunya kalah dari tinky winky pake machine gun.
"Oh, err.. itu.. mmm.. menjelaskan siapa yang menang dari ronde sebelumnya pak, biar yang nonton bisa tau track record kemenangan mereka seperti apa." Jawaban sempurna gua menutup demo dari tugas akhir kami yang sungguh menarik ini.

3 comments:
Hahahaha...
Memang pinter ngeles dah :P
hahahhahahaha
~hebat amet kepikiran kyk gt
~klo dosennya tau gmn yah
whaahha.. demonya menegangkan kayaknya :p
kok tinky winky yg menang ya? heheheh.
~maap waktu itu lupa kunjung :D
Post a Comment