Percaya dengan yang namanya "kebetulan"? Di bawah ini adalah sebuah kisah nyata yang berdasar dari sebuah kisah fiktif yang berkorelasi dengan sebuah kisah nyata yang cukup mencengangkan untuk disimak.
Hari Selasa kemarin, karena beberapa hari sebelumnya gw ulang tahun, maka sudah sewajarnya gw menunjukkan rasa terima kasih gw dengan mentraktir makan dini, thomas, dan inez (padahal saya dipaksa, why oh why dunia ini sangat kejamnya???) di Choptick, PIM (edit: gua diomelin mustinya CHOPSTIX dodol ih). Selain buat mentraktir, ini juga sekalian jadi ajang ketemuan gw dengan thomas untuk kali pertama. OH so gay deh perkataan gw barusan. Moga-moga ga ada yang salah tanggap.
Setelah gw selesai nguli semester pendek di hari selasa lalu, gw langsung menuju keluar kampus dan di situ sudah ada dini dan inez yang juga baru datang dengan mobil. And off we go.
Sepanjang perjalanan, yang kami bicarakan selalu berkisar antara ry*n, homo, mutilasi, pembunuhan berantai, dan juga pembuangan mayat di jombang. Bahkan setelah ketemu dengan Thomas lalu makan siang di choptick dan berkeliaran di sekitar food court sambil memesan ice cream rasa wasabi, pembicaraan kami selalu berkisar di topik tersebut. Pokoknya sedikit-sedikit jombang. Atau potong-potong. Atau Asmirandah. Tapi nggak ngomongin Sandra Dewi kok.
"lang lo jangan deket2 orang gay ntar dipotong-potong"
atau
"rumah Asmirandah deket deh tinggal ngesot dari rumah gw juga sampe"
"iye ke jombang juga bisa sambil ngesot"
dan semacamnya.
Setelah bosan mondar-mandir, sampailah kami ke depan XXI. Niatnya mau lihat-lihat film yang sedang diputer dan juga karena gak mau pulang cepet-cepet. Dan sebenarnya, kami pun sudah hampir membalikkan badan karena beberapa film sudah ditonton atau bikin madesu kalo ditonton. Mumpung nomat, kami sebagai mahasiswa sejati tentu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Akhirnya mata kami tertuju pada X-FILES (ingat bukan XXX-Files seperti kata dini yang notabene otaknya mesu..*gets shot and died*)
X-Files:

Film yang isinya adalah Homo, Pembunuhan berantai, Potong-potong, nimbun mayat, juga Somerset Virginia (jombangnya amerika), tapi nggak ada Asmirandahnya.
What a coincidence! Kebetulan banget dengan topik yang lagi hangat dibicarakan di acara tivi semacam buser atau sergap atau silet atau insert investigasi atau cipika cipiki atau bando ya ampun.
Potong-potong meeen! Psycho banget gak sih? Badannya dipotong terus disambungin sama badan orang lain! Udah gitu sang lelaki jahat nan homo itu melakukannya demi suaminya tercinta yang tinggal sisa kepalanya doang. Ih bener-bener menarik untuk disimak. Dan pesan moral dari post ini adalah: hati-hati lho ntar dipotong-potong.
Oh di bawah ini ada satu buah video yang wajib ditonton:
